Lebaran di Kampung Halaman

Lebaran 1434 H menjadikan momen terindah buat saya kerena dapat mengunjungi kampung halaman yaitu Buloh Seuma. Sudah sekitar 2 tahun lamanya tidak menginjakkan kaki di bumi yang di kenal sebagai daerah penghasil madu lebah terbesar di nusantara ini, rasanya sudah tak sabar ingin berada disana dan berbagi canda dan tawa dengan seluruh keluarga dan masyarakat di kemukiman buloh seuma. Kunjungan ini memang jauh-jauh hari sudah saya rencanakan ketika saya berada di luar kota agar dapat pulang ke kampung halaman. Rasanya tidak lengkap jika lebaran ini tidak menyempatkan diri untuk mengunjungi sanak keluarga dan seluruh masyarakat serta melihat secara langsung kondisi daerah kelahiran saya.

Buloh Seuma memang di mata masyarakat luar dikenal sebagai daerah tertinggal, baik di sektor pembangunan, pendidikan, dan kesehatan yang selama ini kurang serius di perhatikan oleh pemerintah, buktinya sampai saat ini beberapa fasilitas umum yang telah dibangun hanya sebagai simbol saja tetapi tidak dilengkapi dengan tenaga yang dapat menunjang dan meningkatkan taraf hidup masyarakat di kemukiman buloh seuma, contoh saja pukesmas pembantu (Pustu) yang dibangun di Gampong Raket dan Gampong Kuta Padang yang hanya terdapat 2 orang petugas perawat untuk masing-masing pustu hanya ditempatkan 1 orang tenaga keperawatan. Hemat saya dengan jumlah petugas yang ditempatkan oleh pemerintah yang sangat kurang akhirnya pustu yang berada di buloh seuma sering tertutup dikarenakan ketika petugas dinas diluar tidak ada yang dapat melayani masyarakat yang hendak berobat di pustu. Hal ini menimbulkan kekecewaan terhadap masyarakat dalam pelayanan kesehatan di daerah pedalaman. Beberapa petugas terdahulu yang sudah pernah bertugas di daerah ini mengeluhkan terhadap tunjangan yang tidak proporsional dan mobilisasi untuk mendukung pelayanan kesehatan di kemukiman buloh seuma sangat minim, hal ini dikeluhkan karena tidak ada perbedaan antara daerah pedalaman dengan daerah perkotaan baik itu tunjangan dan mobilisasi yang diberikan oleh pemerintah.

Kemukiman Buloh Seuma saat ini sudah memiliki 3 sekolah yang terdiri dari TK, SD, dan SMP tetapi sayangnya TK dan SMP masih sangat minim tenaga pengajar bahkan yang berstatus sebagai PNS saja hanya 2 orang pada SMP selebihnya berstatus sebagai Guru bakti dan honorer. sedangkan untuk SD terdapat 6 guru berstatus sebagai PNS, 3 orang sebagai honorer dan 1 orang guru berstatus PNS sudah di nota ke TK Buloh Seuma. Harapan untuk mencetak generasi Buloh Seuma yang berkualitas dan sejajar dengan sekolah-sekolah lainnya masih sangat jauh yang seperti yang diharapkan oleh masyarakat di kemukiman buloh seuma.

Beberapa tahun yang lalu berangkat atau pun pulang ke buloh seuma harus menggunakan boat atau perahu mesin (robin) dengan berbagai rintangan yang harus dihadapi yaitu badai dan gelombang besar. Alhamdulillah, pada tanggal 11 Agustus 2013 ketika saya pulang ke kampung halaman sudah dapat menggunakan sepeda motor dengan menulusuri jalan yang sebelumnya sudah pernah dibangun badan jalan pada tahun 1995 akhirnya pada tahun 2013 ini baru bisa digunakan oleh masyarakat. Jarak perjalanan dari keude trumon ke buloh seuma membutuhkan waktu 2 jam dengan mengedarai sepeda motor dengan kondisi jalan yang becek serta kondisi jalan sekarang jika muara tertutup sebagian badan jalan akan digenangi air seperti di daerah ie itam, ie meupadang, dan ie meutimah dengan ketinggian air di atas badan jalan mencapai 1 meter hingga 1,5 meter. Jalan yang sudah bisa dilalui kendaraan roda 2 dan roda 4 ini belum seluruhnya dilakukan pengerasan menurut yang lihat jalan tersebut mulai dari suak manok bungkok hingga ke buloh seuma belum dilakukan pengerasan yang dikerjakan hanya sebatas penimbunan badan jalan, dan jembatan darurat.

Berikut ini adalah foto-foto yang kami ambil ketika melintasi jalan yang telah dibangun menuju kemukiman buloh seuma.

Mobil yang sedang melintasi salah satu jembatan di daerah ie meupadang

Mobil yang sedang melintasi salah satu jembatan di daerah ie meupadang

Mobil sedang melewati salah satu badan jalan yang digenangi air di daerah ie meupadang Mobil sedang melewati salah satu badan jalan yang digenangi air di daerah ie meupadang

Kondisi badan jalan di daerah ie meupadangKondisi badan jalan di daerah ie meupadang

Jembatan Krueng Buloh Seuma yang menghubungkan ketiga desa

Jembatan Krueng Buloh Seuma yang menghubungkan ketiga desa

Harapan masyarakat di 3 Gampong dalam kemukiman buloh seuma sangat mengharapakan keseriusan pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten agar dapat memprioritaskan anggaran lebih besar agar jalan tersebut secepatnya selesai dibangun, selain itu juga perhatian pemerintah terhadap pelayanan kesehatan yang tidak asal-asalan serta pendidikan yang perlu ditingkatkan di kemukiman buloh seuma.

 

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Kunjungan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s